Self Development

Your Money Blueprint

Masih seputar pembahasan tentang uang, sekarang masuk ke Money Blueprint. Tapi sebelumnya, kita masuk ke bagaimana cara otak kita bekerja. Ternyata 5% otak kita itu conscious mind (dalam kesadaran kita, bisa dikendalikan), dan 95%nya lagi adalah unconscious mind yaitu kita melakukannya dalam keadaan tidak sadar.

Unconscious mind inilah yang mendominasi. Seperti misalnya cara jantung bekerja, cara kita kedip mata secara otomatis, buka mata ketika bangun tidur, cara berjalan, bahkan termasuk cara kita melihat uang.

Ada 3 tipe kejadian yang bisa membuat kita akhirnya menciptakan money blueprint/money mindset dalam pikiran kita, yaitu:

  1. Verbal Programming
  2. Modelling
  3. Specific Incidents

Seperti biasa, kita bahas satu-satu ya..

VERBAL PROGRAMMING. Ini mungkin satu hal yang bisa jadi kita dapatkan secara terus menerus tanpa sadar. Bisa dari pola pengasuhan orang tua, pengaruh tetangga, dsb yang ketika diucapkan secara terus menerus, akan masuk/ter-install ke dalam pikiran bawah sadar kita. Semacam program doktrinasi. Kita pastinya adalah “produk” dari orang-orang sebelum kita.

Contohnya, anak mendengar saat orang tuanya berkata perkataan ini:

“Tetangga kita, si A itu baru ganti mobil mewah yaa. Wah udah jadi orang kaya dia, uangnya banyak. Tapi masa tadi ketemu di pasar aja gak mau nyapa” — yang diartikan oleh si anak ‘jadi kaya itu sombong dan tidak baik’.

“Kita mah, jadi orang yang biasa-biasa aja lah” — diartikan oleh anak, jadi kaya itu gak perlu. Cukup biasa-biasa aja.

“Jangankan punya 1 Milyar, punya 50 juta juga udah cukup” — diartikan oleh anak, 50 juta aja udah cukup, gak perlu berusaha untuk punya/dapat 1 Milyar.

“Emang kamu kira cari uang itu gampang?!” — artinya cari uang itu susah & sulit. Sehingga gak mau berjuang lebih untuk mendapatkan uang.

“Jangan boros ya. Uang tuh ditabung. Hemat pangkal kaya!” — Akhirnya anak akan berusaha untuk menabung seumur hidupnya padahal hanya 1 cara yang membuat orang kaya, yaitu INVEST. Karena menurut buku Rich Dad Poor Dad, mengumpulkan uang itu akan kalah dengan inflasi. Investasilah di aset. Aset disini termasuk pendidikan, networking, properti, dll. Jadi jelas bukan hemat yang menjadikan orang kaya. Hemat hanya menjadikan orang bisa bertahan hidup, tapi tidak kaya.

Bahkan yang ekstrimnya: “kamu kira uang jatuh dari langit?!” — yang diartikan oleh anak untuk tidak/malas berdoa kepada Tuhan YME. Padahal sejatinya, rejeki pun memang turun dari Yang Maha Kuasa.

Lingkungan terdekat yang bisa menanamkan pola pikir seperti itu secara terus menerus adalah circle terdekat kita yaitu keluarga. Lebih spesifik lagi, orang tua. That’s why sebagai orang tua pun, kita perlu untuk selalu upgrade diri, upgrade circle, belajar, dan berusaha untuk selalu berkata baik.

Selanjutnya MODELLING. Ini jelas dengan meniru kebiasaan orang tua/orang-orang terdekat kita. Apa yang mereka lakukan, dilakukan pula oleh si anak. Children see, children do. Sebagai orang tua, penting juga untuk sadar diri bahwa seumur hidup kita akan menjadi role model anak-anak kita. Pertanyaannya: kita mau mereka yang seperti apa?

Terakhir, adalah lewat SPECIFIC INCIDENTS. Ini biasanya terjadi ketika membantu seseorang/bersinggungan dengan orang lain/kejadian lain yang secara tidak sadar menimbulkan trauma yang mendalam sehingga masuk ke subconscious mind.

Contohnya, true story, ada seorang perawat yang dulunya mempunyai orang tua yang selalu bertengkar karena masalah finansial. Suatu hari, saat bapak ibunya bertengkar hebat, bapaknya terkena serangan jantung sehingga tidak dapat diselamatkan. Hal ini menimbulkan trauma yang mendalam karena kehilangan orang yang dia sayang sehingga anak ini memutuskan untuk ketika dia besar, dia akan menjadi seorang perawat supaya bisa menolong orang-orang lain yang dia kasihi. Selain itu berefek kepada money mindset dia, bahwa tidak perlu lah ada perdebatan soal finansial, karena ketika ada perdebatan, maka dia akan kehilangan orang yang dia sayangi. Sehingga dia akan memberikan semua harta yang dia punya untuk pasangan dll demi menghindari konflik. Yang mana, ini pun sebenarnya menimbulkan konflik baru.

Dengan menyadari ada 3 cara terbentuknya money mindset, kita bisa mengevaluasi apa sih yang membuat kita belum bisa mendapatkan apa yang kita inginkan? Jangan-jangan memang money mindsetnya yang belum tepat dan perlu diperbaiki. Money mindset yang kecil, ketemu orang atau komunitas dengan big dreams dan money mindset besar, gak akan bisa nyambung.

Semangat introspeksi diri & berusaha untuk bisa mencapai tujuan kita yaa.

#2024moneymindset harus jadi lebih baik πŸ™‚

Stay bold, happy, and mindful πŸ™‚
Cheers!

xoxo,
@amyhadiastuti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *