Self Development

“Kaya” sedari Pikiran

Minggu lalu saya mengikuti seminar dari seorang coach yang diadakan di komunitas bisnis saya. Tema yang beliau bahas adalah tentang “WEALTH CREATION”, atau artinya adalah penciptaan kekayaan. Ada beberapa poin yang akan saya bagikan di beberapa postingan ke depan, semoga bisa bermanfaat ya.

Katanya ada 2 faktor yang mempengaruhi orang bisa kaya atau tidak, yaitu faktor psikologi dan mekanik. Uniknya, riset membuktikan kalau faktor psikologi itu sangat mendominasi. Bahkan bisa mempengaruhi 80% dari kemampuan kita untuk menciptakan kekayaan. Hanya 20% yang sifatnya mekanik atau disebut juga dengan skill/kemampuan.

Dari 80% faktor psikologi tadi, dipecah lagi menjadi 4 bagian intinya, yaitu:

  1. Mindset
  2. Belief
  3. Blueprint
  4. Value

Semuanya saling mempengaruhi. Yuk kita bahas.

Dimulai dari MINDSET. Ini jelas hubungannya dengan pola pikir. Bagaimana cara dia memandang uang & kekayaan. Apakah positif ataukah negatif. Pembentukan mindset ini pun tidak serta merta yaa, ada prosesnya. Nanti akan kita bahas di postingan setelah ini tentang Money Blueprint. Katanya, kalau orang memandang uang sebagai hal yang Negatif, bisa dipastikan dia tidak akan mencapai kekayaan.

Lanjut ke poin berikutnya: BELIEF, yang berarti keyakinan. Ketika pola pikir tentang uang & kekayaannya sudah positif, selanjutnya adalah apakah dia yakin bahwa dia akan mencapai wealth yang dia inginkan? Karena ternyata bagi beberapa orang, mereka sudah punya mindset positif tapi gak punya belief yang kuat terutama dengan dirinya sendiri. Ucapan-ucapan dalam hati, seperti “ah, mana bisa kaya? buat makan besok saja belum tentu ada”, ini ternyata bisa membuat kita jauh dari hasil yang kita harapkan. Simply because we don’t belief in ourselves.

Lalu ada tentang BLUEPRINT. Ibarat kita mau bangun rumah, apakah kita “bangun dulu baru lihat” atau “lihat dulu baru bangun”? Pasti lihat dulu baru bangun yaa. “Lihat” disini maksudnya adalah di desainkan dulu, dibuatkan dulu cetak birunya. Kalau perlu pakai jasa orang professional seperti Arsitek, MEP Engineer, struktur & sipil, dll. Gak mau kan kita asal bangun rumah, eh pas udah jadi, ternyata gak sesuai yang kita mau. Alhasil dirubuhkan lagi. Sudah pasti habis waktu, habis uang, habis tenaga. Analogi ini sama dengan saat kita menciptakan kekayaan, semuanya perlu di desain. Dengan kita memiliki Blueprint, blueprint itulah yang akan berperan sebagai thermostat kita, bukan hanya sebagai termometer saja. Thermostat berarti fungsinya adalah sebagai pengatur ‘suhu’. Kita mau punya income 1 Milyar tapi ‘thermostat’ kita cuma 50 juta, maka yang akan terjadi adalah sekalinya ada uang masuk 1 Milyar, maka uang tersebut akan disetarakan, akan habis. Dengan punya Blueprint itu juga lah, mimpi kita sedikit demi sedikit akan terwujud karena sudah ‘on-track’.

Terakhir tentang VALUE. Seberapa penting sih kita untuk mencapai tujuan kita tersebut? Seberapa berarti mimpi kita bagi diri kita sendiri? Ini super menarik. Banyak orang punya mimpi yang tinggi, tapi gak sebanding dengan usaha untuk mencapainya. Gak mau fight untuk mimpinya sendiri. Berarti disini, mimpinya itu bisa dikatakan gak punya value. Gak ada artinya. Sehingga yang perlu dibuat adalah mimpi yang bernilai Emosional, sehingga harus kudu mesti nyampe.

Pesan dari coach yang diucapkan terus menerus adalah :

JANGAN BIARKAN ORANG LAIN MEMATIKAN IMPIAN KITA

Bergaul dengan circle yang positif, yang membuat kita bertumbuh, yang bisa menguatkan mindset & belief kita. Bersyukur kalau punya blueprint wealth creation yang sama, jadi bisa sama-sama saling mengingatkan satu sama lain. Choose your circle wisely, karena kamu adalah sebagian besar teman-temanmu. Ya sifat, kebiasaan, kesenangan, bahkan sampai ke jumlah income 🙂

Stay bold, happy, and mindful! 🙂
Cheers!

xoxo,
@amyhadiastuti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *