World in Toddler’s Eyes = Playground Playground Playground

100 Hari Menulis MOTHERHOOD

Jadi hari ini saya mengajak #Arsyanendra untuk menemani saya ke ACE Hardware Bintaro, karena saya mau beli regulator gas. Punya kami yang lama sudah jebol tuasnya. Sesederhana beli barang satuuu ini aja, tapi kami berdua menghabiskan total 2,5 jam di sana. Betul-betul deh jalan berdua anak ini harus low expectation banget dan harus ikut menikmati menit demi menitnya.

Diajak ke ACE Hardware, berasa ke playground yang ber-zona untuk dia. Zona zoo, zona buah & sayur, zona ikan, zona mainan, dan zona pecah belah. Gak henti-hentinya dia tanya “ini apa mami?”, “ini buat apa?”, “suara apa itu?”, etc.

Pertama kali naik ke lantai 2-nya, dia langsung inisiatif minta ambil trolley belanjanya. Trus harus dia yang bawa. Dia dorong-dorong, tarik-tarik, dan udah pasti maminya deg-degan. Takut nyenggol-nyenggol trus pecah semua itu barangnya yhaa kaann.

Trolley segede gitu keukeuh mau dibawa-bawa sama dia sendiri.

Sewaktu sampai ke row outdoor, langsung dong dia ke bagian hewan-hewan. Dan ekspresinya itu loh, priceless banget. Sambil bilang “WOW MAMI! Disini ada semuanyaaaaa!”. Trus mulailah itu di absen satu-satu nama-nama hewannya. Dari yang satuan, sampai “ada maminya, papinya, ontynya, arka-nya, grandma, grandpa” dan semua relative-nya sesuai dengan imajinasi dia. Kalau posisinya dekat dan masih bisa dijangkau, pasti dipegang sama dia, ditepuk-tepuk. Dan dia bilang “patung semuanya mami” dengan ekspresi gemes. Iyalah mas, ya kalii naro yang beneran di dalem sini kan.

Ini dong area Zoo-nya, yang sukses bikin dia betah banget disini.

Selesai area zoo ini, lanjut ke buah & sayur imitasi yang bentuk dan besarnya mirip dengan aslinya. Langsung dia jadi tukang sayur. “Mau beli apa mami? Arka mau apel aja ah”. Suka-suka yaaa mass. Untuk buah dan sayur yang dia belum tahu, pasti dia tanya. Dan hari ini yang dia tanya adalah mangga (yang kecil orange itu) dan belimbing. Iya memang buah-buah itu belum pernah masuk rumah kami.

Jadi kang sayur dulu gaess.

Sehabis itu, melipir sebentar dan lihat akuarium. Masih dengan semangat dan excitement yang sama dong. Anak ini gak ada capek-capeknya. Ikan-ikan di hitung, di sebut warnanya, dan yang ngumpet disuruh keluar sama dia.

Trus lanjut ke area display mainan. Yang ini disini ku nyerah. Maminya udah duduk aja disini kerjaannya. Mana regulator gas juga belum dapet kan. Dia tanya dong disini “ini udah dibayar semua yaa mami?”. Nak, seandainya itu uang bisa diambil gratis yaa. Hahaha. Dan setiap anaknya disuruh pindah, pasti bilangnya “tunggu mami. sebentaaaaarrrr ajaaaa”. Ini yaa, the power of kata ‘sebentar’ ini kadang bikin aku pun pusing. Akhirnya dong, pake timer di handphone. Bikin kesepakatan “kalau alarm mami udah bunyi, kita pindah ya” dan dijawab dengan suara bayi dimanis-manisin biar diijinin, “okay”. Anak 2 tahun 1 bulan bisa diajak bikin kesepakatan? Dia bilang ‘okay’ sih. Tapi praktiknya tetep aja mundur 1 menitan. Penuh dengan drama tarik ulur, tinggal trus balik lagi macem lagi nawar dagangan di pasar.

Kadang ku iri dengan bagaimana cara toddler ini melihat dunia. Selalu menyenangkan. Selalu ada yang ditertawakan. Selalu ada yang baru. Selalu ingin tahu. Selalu ingin coba, raba, rasa dan lambat laun ku sadar sekali dia jadi lebih peka.

Jadi moral of the story ini adalah, kalau ajak pergi toddler bener-bener harus low expectation dan lower ourselves. Harus coba untuk lihat dari kacamata toddler. Bener-bener harus kosongin ‘gelas’nya supaya bisa diisi dengan pengalaman baru. Jadi bisa ikutan ‘seru-seruan’ a la toddler ini juga. Semoga bonding-nya bisa jauh lebih baik lagiii.

Semangat untuk semua parents di luar sana! Dan terima kasih banyak ACE! 😀

Xoxo,

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *