Ngabuburit di MRT

WORLD TRAVELER

Hi, semuanya!

Jadi kira-kira 2 hari sebelum lebaran, pak Radit sudah libur ngantor, trus kami berencana bawa Arka jalan-jalan keliling pakai MRT. Tapi hari itu kami salah planning, pagi-pagi bebersih taman. Cabut-cabut rumput liar, sapu-sapu daun-daun kering, dll. Arka bantu gak? Sudah pastiiii. Anak ini benar-benar gak mau ketinggalan momen banget. Dimana ada kerjaan, pasti bilang “Arka mau bantu!” trus sigap megang alat. Tapi dia nangis sih ngeliat saya dan pak Radit pakai sarung tangan, trus dia nggak. Langsung nangis sedih “Arka gak punya sarung tangan? Sarung tangan Arka mana?”. Akhirnya dia cuma sapu-sapu aja.

Karena kita salah timing, pagi-pagi bersih-bersih taman di kala puasa, alhasil siangnya tepar semuanya. Arka malahan baru bangun jam 3 sore :))) Setelah siap-siap, mandi, dll akhirnya kami berangkat juga ke Carrefour Lebak Bulus sebagai awal perjalanan kami. Rencanya kami akan numpang parkir di sini lalu melanjutan perjalanan ke stasiun MRT Lebak Bulus.

Perjalanannya menyenangkan. Ramai orang, tapi gak sepadat itu juga. Kami bertiga masih dapat tempat duduk. Oiya, disini kalau tinggi anaknya sudah 90cm wajib bayar tiket. Arka 89an lah belum 90cm, dan kemarin saya pakai baby carrier, jadi belum kehitung tiketnya. Tapi untuk yang berikutnya, kalau mau naik lagi sudah harus bayar tiketnya nih untuk Arka.

Oiya, bisa pakai emoney yaa kalau gak mau ngantri panjang di loket tiketnya. Satu emoney berlaku untuk satu orang. Di tap di awal masuk dan keluar, jadi jangan sampai hilang yaa.

Niatnya sih ngabuburit, tapi karena Arka juga super excited, jadinya kami bener-bener gak keluar stasiun. Rute awal Lebak Bulus, kembali ke Lebak Bulus lagi. Arka sudah fasih banget sekarang bilang MRT, bukan chu-chu train lagi. Hahaha.

Nak Bayik yang udah gak bayik lagiii

Minusnya dari stasiun-stasiun MRT ini adalah signage pintu keluarnya masih kurang terbaca. Jadi gak ngeh gitu kalau keluar di pintu ini, munculnya dimana. Trus kalau seperti kami kemarin yang naik di Lebak Bulus dan turun di Lebak Bulus juga, tiketnya akan error. Dan kita harus bayar cash di informasi. Kemarin itu kami bayar 14ribu rupiah per orang. Gak tau kalau misalnya dia baru tap masuk trus tiba-tiba gak jadi naik MRT kena 14ribu juga atau nggak. Besok-besok mau cobain lagi deh skenario itu #mamakkurangkerjaan #sekaliancekbug

Tapi untuk yang mau sekedar keliling Jakarta pakai MRT ini worth banget kok. Keretanya bersih, dingin, dan bau baru — apa sih bau baruu :))). Pokoknya enak deh. Kalau hari kerja, pagi jam 6-10 dan sore jam 5-8 berlaku kereta 1 itu khusus wanita. Dan itu masih lumayan sepii. Saya 3x naik MRT pulang meeting dan senagih itu.

Muka-muka tahan laperrr

Oiya, sebenarnya di MRT gak boleh makan dan minum, tapi karena kemarin itu waktu Magrib kami masih di MRT, jadi dipersilahkan untuk makan dan minum dengan tetap menjaga kebersihan. Kalau menurutku pribadi sih, buat kamu yang harus sebentar-sebentar minum, usahakan bawa minum yang pakai sedotan yaa. Supaya gak tumpah-tumpahan. Oh dan jangan bersoda, karena kamu gak tahu efek guncangannya sewaktu perjalanan menuju MRT bagaimana. Bisa jadi ketika dibuka malahan muncrat kemana-mana itu sodanya. Yaa khaannn?

Sekian cerita ngabuburit keluarga RaditAmy.

Sampai ketemu lagi di cerita traveling (murah meriah) berikutnya.

Xoxo,

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *