Kata Arka #1

Curhat Pengasuhan

Suatu hari, Arka lagi main train tracks-nya dan salah satu pohon yang harusnya ada di samping rel-nya itu patah. Dipatahin sama dia.

Malam harinya, sewaktu Radit pulang, Arka minta main bareng kereta-keretaan itu. Dan dia cerita kalau pohon-pohonannya patah.

“Pohonnya patah papi. Dipatahin Arka.”

“Hah? Kok bisa, Ka?”

“Tapi gapapa.”

“Apa-apa dong, kan Arka jadi gak punya pohon lagi.”

(Arka berpikir keras)

“Sebentar ya papi, Arka cari lem dulu.”

(Trus dia naik ke lantai atas, ke area homeschool-nya untuk cari lem. Tapi gak ada karena sudah saya simpan ke lemari.)

“Yah, gak ada papi lemnya. Tapi pakai ini aja deh.”

(Dia tempel stiker di pohonnya, untuk nyambungin antar bagian-bagian pohon yang patah)

Trus kami berdua lebay. Amazed sama pola pikir anak bayi yang selalu out of the box. Tempel stiker. Darimana coba ide itu ya kaan? Ternyata main stiker selama ini ada gunanya juga. Selain melatih motorik halusnya dia karena ada main cabut dan tempel, juga dia jadi kenal bahwa bagian belakangnya stiker itu lengket. Sama kayak lem. Jadi gak ada lem gak masalah, ada stiker sebagai penyelamat!

Padahal ini baik saya atau pun Radit gak ada yang sengaja ngasih tahu konsep lengket dll. Anaknya nemu sendiri 🙂

Good job, Arka!

Tapi lain kali harus lebih hati-hati yaa mainnya!

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *