Hari ibu.

CONSULTANT'S LIFE Personal Thoughts

Bandung, 22 Desember 2011.

22 Desember 2011 mungkin hari yang biasa saja untuk sebagian orang. Hari yang awalnya biasa juga buat saya. Diawali telpon ke ibu saya di waktu pagi untuk mengucapkan selamat hari ibu dilanjutkan dengan nelpon adik laki-laki saya untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Teriring berbagai macam doa untuk kedua orang yang saya sayangi tersebut dan janji yang terucap bahwa saya akan pulang ke rumah pada hari jumatnya setelah urusan puskesmas ini selesai. Tentunya sekalian minta doa juga supaya acara puskesmas hari ini lancar dan selesai semua urusannya supaya gak harus berlama-lama di bandung dan secepatnya liburan. *big grin*

Sesampainya siang itu saya di Puskesmas, seperti biasa penuh dengan kesederhanaan dan gelak tawa para petugas-petugasnya. Selesai menjelaskan berbagai macam hal, memperkenalkan suatu sistem homecare berupa SMS Manager sampai detail kemudian kami pamit pulang. Tidak ada kendala yang signifikan pada pertemuan kali ini. Petugas puskesmas yang mayoritas perempuan ini pun mencoba sistem yang telah kami kembangkan dengan mengirimkan SMS kepada petugas-petugasnya bertuliskan:

“Selamat hari ibu untuk ibu terbaik di Indonesia” dari PKM Ibrahim Ajie.

Pesan singkat dan super sederhana. Tapi tidak bagi mereka yang dikhususkan menerimanya. Seperti saya yang menerima ucapan seperti di bawah ini dari ibu-ibu di puskesmas…

“terima kasih banyak untuk temen2 dari ITB yang sudah mau repot-repot main kesini. Masih peduli sama yang masih disini. Kami juga mau minta maaf, kalo mungkin bercandaan kami ada yang kelewatan dan gak enak di hati. Dimaklumi aja yah, kalo gak sambil becanda susah masuknya itu ilmunya. Hahahaahaa.

Di hari ibu ini, kami juga mau mengucapkan selamat hari ibu untuk calon ibu. Untuk satu-satunya perempuan yang ikut ngurusin ini. Semoga bisa jadi ibu yang baik buat anak-anaknya kelak dan bisa ngejadiin anaknya berguna bagi bangsa, negara, dan agama yah. Jangan bosen-bosen main kesini yaa :)”

Dan taukah kalian teman-teman? Efeknya sungguh luar biasa dahsyat. Entah sayanyakah yang berlebihan tapi seperti ada rasa hangat ke hati. Mungkin ini juga yang dirasa oleh seorang ibu ya, ketika seorang anak mengucapkan kalimat-kalimat sederhana yang saking sederhananya kita cenderung menyepelekan. Kalimat sederhana seperti ucapan “selamat hari ibu”.

Karena menjadi seorang ibu yang mampu mendidik khalifah adalah pencapaian yang amat luar biasa bagi seorang perempuan.

Dan saya mengamini ucapan ibu-ibu di puskesmas itu. Amin.

~p.r.p.l.p.h.r.z

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *