Hapus Instagram, Kenapa?

Personal Thoughts

Hi guys!
Gak terasa ternyata sudah sebulan saya sign out dan delete apps untuk aplikasi Instagram di handphone saya. Dan sejauh ini saya merasa itu adalah keputusan yang tepat.

Dan banyak yang tanya ke saya, kenapa saya sign out?

Jawabannya saya share disini yaa..
Disclaimer: ini sifatnya opini yang personal banget sih, jadi mungkin akan berbeda dengan apa yang kalian rasakan πŸ™‚

Jadi to be honest, saya merasa less productive dengan adanya instagram. Apalagi dengan fitur-fitur barunya saat ini seperti instagram story dll. Saya baru menyadari kalau saya menghabiskan waktu yang cukup banyak di instagram setelah saya memutuskan untuk jadi work-at-home-stay-at-home-mom. Disini manajemen waktu saya super diuji. Saya harus berpacu dengan waktu dan dituntut untuk dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Karena Arka saya yang urus sendiri, sudah gak pakai bantuan Nanny/Mbak hanya mbak pulang pergi untuk cuci gosok dll, jadi saya kerja double. Disaat dia tidur saya kerja. Begitu terus yang terjadi setiap hari.

Dan saya mulai mencatat 24 jam waktu saya perginya kemana saja. Dan kalian tahu, total saya menghabiskan waktu untuk bersosmed (dalam hal ini kebanyakan dipakai untuk instagram) adalah 4 jam rata-rata per hari. Ini saya lakukan ketika Arka tidur pagi dan tidur siang. Waktu dimana saya seharusnya kalau lagi gak kerja ya ikutan tidur untuk menjaga kewarasan. Asyik scroll feeds dan tap instastory, berbekal dengan “satu lagi deh setelah itu udah”, dan jrenggg Arka udah bangun lagi.

Terus saya kontemplasi. Bertanya pada diri sendiri, apa ada gunanya scroll instagram itu? Sejauh ini saya belum menemukan manfaat yang berarti. Mungkin saya nya saja yang belum bisa memanfaatkannya kali yaa. Hanya ngeliat hidup orang lain yang bikin mikir gue ngapain aja selama ini kok dia udah bisa begitu (dan ternyata sibuk scroll instagram doang :p), liat barang-barang bayi yang ujung-ujungnya galau juga mau beli apa nggak (trus end up beli karena kan ‘sayang anak’ ya, tapi ujung-ujungnya nyesel juga), dan yang lain-lainnya yang akhirnya bisa saya tarik kesimpulan bahwa saya belum jadi pengguna instagram yang bijak.

Dan setelah satu bulan ini apa yang saya rasakan?

Saya merasa lebih produktif. Jauh banget. Lebih bisa jawab aja kalau ditanya “lagi sibuk apa?”, gitu. Hahaha.

Kalau ada spare time jadi dipakai untuk apa?

Untuk baca buku. Kalau butuh ide lebih, mampir pinterest dan youtube. Dan lebih bisa membatasi diri untuk strict sama waktu. Sejauh ini menurut saya, pinterest dan youtube masih jauh lebih inspiratif dibandingkan dengan instagram. Yah kalau penting-penting amat untuk lihat instagram, search dari web aja. Toh biasanya akun-akun yang bermanfaat gak akan ngegembok akunnya kan? Oh dan satu lagi, saya lagi tergila-gila dengan soundcloud. Kalau saya lagi sibuk tapi kepala masih bisa mikir untuk mendengarkan sesuatu, saya lari ke soundcloud. Saya baru tahu ada podcast dan audio book disitu. Ini keren banget! Bahkan untuk cerita-cerita dongeng anak pun ada disini. Super love!

Demikian jawaban-jawaban saya..

Oiya mau berbagi tentang tips sign out dari instagram versi saya bagi kalian yang mungkin berpikir akan sign out juga dari instagram:

  • Buatlah instastory (dan di highlight ya) bahwa kalian akan sign out dari instagram sementara waktu dan mungkin tidak bisa baca komentar ataupun DM yang masuk. Beri opsi cara lain untuk menghubungi kalian selain lewat instagram. Entah itu lewat whatsapp, email, line dll sosmed lain yang sifatnya lebih personal, one to one gitu.
  • Kalau kalian mulai berpikir untuk aktif lagi ngeblog atau buat website, jangan lupa isi kolom website di profile instagram kalian
  • Gembok akun instagram kalian. Jadi kalian tau siapa teman-teman ‘terakhir’ kalian di instagram. Kalau mereka yang baru datang ini betul-betul minat untuk menghubungi kalian, mereka akan menghubungi kalian dengan cara yang lain.
  • Jangan lupa untuk sign out dan catat password instagram kalian. Kalau saya sih, gak catat password. Biarkan saja perlahan lupa password sendiri. Kalaupun someday mau balik lagi main instagram, bisa recovery via email kan.
  • Ini yang paling penting.. DELETE APP instagram di smart phone kalian. Supaya kalian gak tergoda untuk klik icon/widget-nya dan masuk ke dalamnya lagi. Kalau sewaktu-waktu kalian sudah siap untuk balik lagi, bisa download ulang. Sederhana kan?

Sekian tipsnyaaaa..

Btw saya bukan mengajak kalian juga untuk sign out dari instagram yaa. Saya hanya berbagi pengalaman. Karena saya merasa belum menjadi netter yang baik dan bijak untuk menggunakan instagram. Dan karena saya merasa juga belum bisa me-manage waktu saya dengan baik, suka tergoda untuk scroll instagram sampai lupa waktu. Jadi menurut saya cara ini cukup ampuh πŸ™‚

Saya mungkin akan kembali lagi untuk menggunakan instagram, tapi gak tau kapan. Ketika saya sudah siap kembali, dan bisa menggunakan dan mengontrol diri saya sendiri dalam berinternet yang baik dan bijak, mungkin saya akan mempertimbangkan untuk kembali berinstagram. Tapi juga, saat waktu itu akhirnya datang, mungkin sudah ada aplikasi yang lebih maju lagi dari instagram ya? Dan dengan membawa tantangan yang baru buat saya pribadi. So, we’ll see πŸ™‚

Let’s connect in the real world!
See you later!

Xoxo,
Amy

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *