Berita Duka, Lagi

Personal Thoughts Spiritual Journey

Hi guys! Apa kabarnya? Semoga kalian dalam keadaan sehat wal afiat dengan kondisi hati dan pikiran yang juga baik yaa.

Hari ini, saya mau sharing tentang berita duka.

Dalam sebulan ini ada 3 berita duka yang mampir di Whatsapp Chat saya. Dan tiga-tiganya betul-betul bikin hati mencelos banget. Apa ya namanya, sedih banget waktu dengernya. Sempet bengong gak percaya juga untuk beberapa saat ketika baca beritanya..

Dan langsung baper banget sih. Sedih.

Gak tau kenapa yaa, semenjak punya #Arsyanendra, selalu baper berkali-kali lipat kalau ada berita duka gini. Mungkin jadi lebih berasa karena sekarang sudah ada tanggungan yaa. Mungkin.

Kemudian sore tadi saya diskusi dengan suami. Tentang lebih pilih mana, kita tau dengan pasti kapan ajal kita? Atau gak mau tau, yang penting jalanin aja hidup sebaik mungkin?

Saya pilih opsi pertama.

Entah lah yaa.. Saya selalu takut ketika saatnya saya ‘berpulang’ nanti saya masih menyisakan unfinished business untuk anak dan keluarga saya kelak. Saya inginnya tidak membuat mereka susah di kemudian hari karena ketiadaan diri saya ini. Jadi walaupun memang adalah tugas setiap orang untuk hidup dengan sebaik-baiknya, tapi kalau saya boleh memilih, saya ingin tahu kapan waktu terakhir saya.

Pernah dengar cerita tentang Ali Banat? Kalau ada yang belum pernah dengar, silahkan baca sepenggal kisah hidupnya di link BBC ini.

Menurut saya, Ali Banat adalah sosok yang menginspirasi. Dia adalah pengusaha sukses asal Sydney, Australia. Tapi divonis kanker stadium 4 dan dokter meramalkan bahwa hidupnya tinggal 7 bulan lagi. Alih-alih sedih berkepanjangan dan menyalahkan Tuhan dengan “why me?” Karena di saat-saat tertingginya dan ketika usahanya sedang sukses-suksesnya dia divonis penyakit tersebut, dia keluar ruangan dengan perasaan gembira. Dan berkata bahwa dia adalah orang yang beruntung, karena ketika kebanyakan orang tidak diberi tahu kapan waktu terakhirnya di dunia, dia tahu. Sehingga dia dapat menyelesaikan semua urusan-urusannya di dunia dan meninggalkan semua harta bendanya. Seluruh kekayaannya dia donasikan dan dia pun mendirikan yayasan sosial dengan tujuan mendirikan masjid, madrasah dan membantu para janda di benua Afrika.

Sangat sangat menginspirasi. Ya, Ali Banat pastinya adalah salah satu yang beruntung di dunia ini. Semoga bila tiba masanya nanti, saya bisa seberuntung beliau juga. Dan dapat memaknai hidup sama seperti yang beliau lakukan. Hats off!

Mari semangat untuk dapat hidup sebaik-baiknya!

Xoxo,

Amy

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *