#1 — Traveling Pertama Arka dengan Pesawat. Ke Solo. Umur 4 Bulan.

100 Hari Menulis Tips & Tricks

Ku memulai rangkaian post ini dengan throwback traveling bersama si anak kicik. Tentang apa yang sekiranya perlu dilakukan dan yang tidak perlu dilakukan berdasarkan pengalaman pribadi. Walaupun hanya Jakarta – Solo dan hanya 2-3 jam perjalanan pesawat saja, semoga ada tips atau cerita disini yang bisa membantu Moms & Dads di luar sana yang masih bingung harus apa ketika mau travel naik pesawat di umur yang sama.

Sejujurnya, kalau ditanya perasaan ku dan suami ketika bepergian bawa anak bayi 4 bulan pada saat itu adalah nervous banget. Tapi tetap di bawa sok cool aja. Belagak kalau kita cool maka semuanya akan baik-baik saja. Padahal sih tetep aja ada sparks-nya.

Perjalanan ini sudah cukup kami rencanakan demi kenyamanan si bayi dan ketenangan lahir-batin dari orangtuanya. Apa saja yang kira-kira kami lakukan?

Pesan tiket yang jam keberangkatan disesuaikan dengan waktu tidur bayi

Ini paling penting menurut ku di umur bayi yang baru 4 bulan. Aku dan suami mengatur sebisa mungkin supaya bayi tidur di pesawat. Jadinya kami sesuaikan waktu tidurnya. Gak pakai earmuff, cukup di susuin aja ketika pesawat landing dan take off. Waktu ke Solo ini kami pesan tiket pesawat yang berangkat jam 5.30 pagi. Jadi setelah jadwal susu pagi Arka, langsung cuss berangkat naik pesawat. Dia kayak di nina boboin kali yaa denger mesin pesawat. Pesawat belum berangkat, dia udah tidur.

Ini waktu turun pesawat. Anaknya seger karena tidur cukup.
Ini waktu nunggu bagasi. Anak bayi fokus ke conveyor.

Ketika pesan tiket, upayakan berada di seat terdepan

Karena seat terdepan itu lega banget. Dan pasti kan kamu bawa barang2 juga kan. Usahakan barang-barang yang berkaitan dengan bayi gak diletakkan di cabin. Oiya di penerbangan yang lebih lama durasinya biasanya ada bassinet. Tapi tetap harus ditanyakan dulu saat kamu booking tiketnya yaa, karena gak semua penerbangan punya.

Perhatikan & rencanakan cara mobilisasi ketika di sana

Apakah kamu akan pakai taksi? taksi online? atau sewa mobil? Trus perlu bawa baby carrier kah? atau stroller? atau mungkin juga car seat?

Kami akhirnya sewa mobil. Trus langsung gelar deh ini di mobil. Ganti diapers pun di mobil. Kalau mobilnya jalan, dia ku gendong.

Siap repot

Waktu saya dan suami memutuskan ke Solo, kami ada semacam perjanjian bahwa selama perjalanan harus saling bantu membantu, gak kesel-keselan, gak marah-marahan, dan mukanya gak boleh bete. Penting sis buat ibu-ibu juga. Kalau suami udah bete kan ya mood jadi jelek dong yaah. Jadi kami perjanjian dulu, hahaha. Alhamdulillah aman dan tentram sampai kembali ke rumah.

Bawa perlengkapan praktis untuk ganti diaper

Ini supaya kita gak perlu bawa tas segambreng sih kalau ganti diaper-nya. Cukup bawa diapers pad yang sudah di isi 1 diaper dan tisu basah untuk lap-lapnya (pastikan non alkohol ya). Dan setelah kamu pakai, jangan lupa juga untuk di refill diaper-nya.

Ku pakai yang seperti ini. Lumayan praktis.

Bawa cool bag kalau kamu niat mau stok ASIP

Cool bag jangan masuk bagasi yaa. Di tenteng aja ke cabin. Kecuali ASIPnya banyak banget. Dihitung aja kira-kira butuh berapa sampai kamu pumping lagi, atau cadangannya bawa berapa. Kalau buatku masih lebih praktis bawa plastik ASIP untuk bepergian. Sampai hotel nanti titip ke receptionist-nya untuk dimasukkan ke freezer hotel. Jangan lupa dinamain yaa atau diberi nomor kamar.

Bawa mainan si kecil. Kalau bisa jangan yang berisik dan ber baterai.

Sejenis teether atau hewan-hewan mainan, atau buku biasanya ampuh juga. Kenapa jangan yang bersuara? Supaya gak ganggu kenyamanan orang orang sepesawat aja sih. Kalau pun bawa yang bersuara, yang bisa diatur volumenya. Di penerbangan ini aku tetep bawa hafidz doll-nya Arka, tapi gak di bunyiin sih. Supaya dia pegang-pegang aja dan nyaman karena sehari-hari kan sama si hafidznya ini.

Bawa perlengkapan tidur biasa yang buat dia nyaman selama trip.

Setiap bayi, pasti punya ‘peralatan’ yang membuat dia nyaman selama tidur. Ada beberapa bayi yang punya mainan favorit, boneka favorit, selimut favorit, sampai bantal dan guling favorit. Ini bukan tips saat naik pesawat sih, tapi lebih kepada waktu selama tripnya karena kan pasti ibu bapaknya mobile juga, pindah-pindah tempat. Apalagi kalau pindah-pindah tempat nginep juga. Bayi 4 bulan masih sensitif terhadap perubahan area. Kadang ada bau-bau yang beda aja dia jadi rewel kan, karena gak nyaman. Nah, kalau misalnya bayinya punya ‘things’ ini yang bisa buat dia nyaman, ada baiknya dibawa juga yaa.

Kayak gini, saya bawa selimutnya sebagai alas dia tidur. Sesederhana karena baunya bau detergen rumah. Trus bawa guling kecilnya juga yang biasa dia pakai tidur.

Sepengalamanku traveling dengan bayi 4 bulan ini, orang-orang di pesawat cukup kooperatif. Dari mulai boarding pasti diprioritaskan untuk yang bawa bayi. Pramugari dan pramugara nya juga beberapa kali memastikan apakah ibu dan bayi sudah cukup nyaman. Dan penumpang yang lain pun berempati. Kalau pun ada yang nyinyir, di bawa santai aja yaa. Jangan sampai ibu bapaknya juga ikutan stress. Karena kalau kita traveling dengan bayi, sesungguhnya kenyamanan itu ada di bapak ibunya. Kalau bapak ibunya happy dan nyaman, bayi pun akan merasa yang sama.

Good luck untuk Moms & Dads semuanya yang mau traveling dengan bayi 🙂 dan sampai bertemu di post selanjutnya yaa.

Xoxo,

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *